Scroll Untuk Baca Artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahHukum KriminalMusi RawasSumsel

Sepakat Berdamai Terkait Video Viral Kekerasan yang Dilakukan Oknum Pelajar di Musi Rawas

59
×

Sepakat Berdamai Terkait Video Viral Kekerasan yang Dilakukan Oknum Pelajar di Musi Rawas

Sebarkan artikel ini

 

MUSI RAWAS – Video tindak kekerasan yang dilakukan tiga oknum pelajar SMA terhadap korbannya yang juga dibawah umur diwilayah Kabupaten Mura, Sumatera Selatan sempat viral di media sosial (Medsos).

Scroll kebawah untuk membaca
Scroll kebawah untuk lihat konten

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (5/11/2022) sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Poros Desa Sukamulya, Kecamatan Tuah Negeri tersebut kini telah berakhir dengan damai. Antara ketiga pelaku dengan korban sepakat berdamai.

Itu dibenarkan Kapolres Mura, AKBP Achmad Gusti Hartono melalui Kasat Reskrim, AKP Muhammad Indra Prameswara melalui rilisnya.

“Para pelaku dan korban sudah berdamai tadi malam,” kata Kasat Reskrim pada Selasa (8/11/2022).

Perdamaian diawali sehari setelah kejadian pada Minggu (6/11/2022) sekitar pukul 21.00 WIB. Ketiga pelajar yang melakukan pemukulan tersebut bersama orang tuanya langsung menemui korban A dan keluarganya untuk meminta maaf. Kedatangan itu juga sekaligus untuk berdamai secara kekeluargaan.

Adapun para pelaku, dua warga Kecamatan Tuah Negeri yakni B, 14 tahun, warga Dusun IV Desa Jaya Tunggal dan S, 15 tahun, warga Dusun II Desa Jaya Tunggal. Satu pelaku lagi yakni R, warga Dusun I Desa Yuda Karya, Kecamatan Sukakarya.

“Dan hasilnya pihak keluarga korban menerima permintaan maaf ketiga pelaku serta sepakat melakukan perdamaian secara kekeluargaa,” jelasnya.

Kemudian pada Senin (7/11/2022) sekitar pukul 18.30 WIB dilakukan kembali mediasi dengan membuat perjanjian perdamaian antara kedua belah pihak. Itu difasilitasi Kades Air Beliti dan Kades Jaya Tunggal dengan disaksikan Polisi.

Selain itu pembuat video sekaligus penyebar video tersebut juga dipanggil. Dan diminta untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi yang dapat menimbulkan provokasi serta gangguan lainnya.

Adapun saksi yang melihat serta melakukan perekaman video yaitu M, 15 tahun, warga Desa Dharmasakti, Kecamatan Tuah Negeri yang juga merupakan oknum pelajar. Sedangkan yang menyebarkan video yakni D, 19 tahun, warga Desa Banpres, Kecamatan Tuah Negeri.

“Kita mengimbau Kades dapat mengajak warga dan pemudanya agar bijak menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan provokasi serta gejolak,” timpalnya.

Sebagaimana diketahui, tindak kekerasan yang dilakukan tiga oknum pelajar terhadap korbannya tersebut terjadi pada Sabtu (5/11/2022) sekitar pukul 17.00 WIB. Ketiga orang pelajar tersebut hendak pulang sekolah secara bersama-sama beriringan sepeda motor di jalan.

Kemudian korban A datang naik motor dan langsung mengajak ketiga pelajar tersebut untuk berkelahi. Para pelajar tersebut tidak menghiraukannya dan melanjutkan perjalanan. Lalu korban A berkata “jangan melawan disini bae, ado tempatnya”. Dan ketiga pelajar tetap tidak menghiraukan perkataan tersebut.

Selanjutnya korban A langsung mengejar ketiga pelajar tersebut. Sehingga terjadilah pemukulan terhadap A yang dilakukan oleh ketiga pelajar tepatnya di Jalan Loros Desa Sukamulya, Kecamatan Tuah Negeri.(ans)

 

 

Tinggalkan Balasan