Scroll Untuk Baca Artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahHukum & KriminalPalembangSumsel

Nekat Tembak Kepala Korban Gegara Adik Dituduh Bandar Narkoba, Hendri Ditangkap Poliisi

158
×

Nekat Tembak Kepala Korban Gegara Adik Dituduh Bandar Narkoba, Hendri Ditangkap Poliisi

Sebarkan artikel ini
Kapolrestabes Palembang menunjukkan barang bukti senpi rakitan milik tersangka yang ditembakkan ke kepala korban. Foto: dokumen/sumeks.co --

SILAMPARI ONLINE – Nekat Tembak Kepala Korban Gegara Adik Dituduh Bandar Narkoba, Hendri Ditangkap Poliisi

Pelaku penembakan berhasil diringkus polisi yakni Hendri (37), warga Jalan Faqih Usman, Kelurahan 3-4, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang.

Pelaku diketahui telah melakukan penembakan terhadap Yayan Kusnaedi alias Iyan (35). Dan pelaku Hendri ditangkap oleh Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang.

Penembakan tersebut dilakukan pelaku berlatar belakang dendam. Polisi meringkus pelaku Hendri diringkus di tempat persembunyian di Ogan Komering Ilir, Jumat 22 September 2023 malam.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono saat merilis kasusnya Sabtu 23 September 2023 siang seperti dilansir dari SUMEKS.CO

Menurut Kapolrestabes, pelaku nekat menembak kepala dan ingin menghabisi nyawa korban saat bertemu. Motifnya karena dendam.

“Jarena pelaku menerima informasi dan merasa dihina karena difitnah menjadi bandar (BD) narkoba dan kemudian emosi dan menyimpan rasa dendam,” kata Harryo.

Sambungnya, pelaku sengaja dan menyimpan senjata api (senpi) rakitan jenis revolver kaliber 38 mm. Sebelum membawa dan bertemu korban, senpi rakitan itu disimpan di rumahnya. Setelah mengetahui keberadaan korban,

pelaku pulang dan menuju rumah tempat korban bertamu. Korban saat kejadian sedang bertamu.

“Korban ditodong dan peluru yang meletus dari senjata tersangka tembus mengenai kepala atas hingga belakang,” jelasnya.

“Alhamdulillah korban masih bisa diselamatkan dan saat ini sedang proses pemulihan,” sambung Harryo.

Terkait dengan asal senpi, berdasarkan pengakuan pelaku, dia beli dari seseorang berinisial B seharga Rp1 juta. “Terkait kepemilikan dan asal senjata api ini masih menjadi tugas kami untuk melakukan penyelidikannya,” tandas Harryo.

Selain pelaku, diamankan barang bukti sepucuk senpi rakitan jenis revolver bergagang piber warna hitam. Lali tiga butir peluru kaliber 38 dan satu butir pecahan proyektil peluru kaliber 38.

Polisi juga menyita topi warna hitam berlubang bekas peluru dan sepeda motor Honda Beat warna hitam nopol BG 2996 AEJ.

Sementara itu tersangka mengaku, dirinya melihat korban di rumah tetangga yang saat itu pintu rumah terbuka.

“Saya tembak satu kali di bagian kepala lalu saya lari ke Tanjung Raja. Saya dendam dengan korban karena menuduh adik saya sebagai bandar narkoba,” aku tersangka.

Ataa perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 53 subsider 338 KUHP juncto Pasal 53 KUHP tentang percobaan pembunuhan berencana dan Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan dengan pemberatan.

Pelaku juga dijerat terkait kepemilikan senjata api yakni Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api, dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara.(*)

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights