Scroll Untuk Baca Artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahHukum & KriminalOKISumsel

Bikin Resah Warga, Tempat Penangkaran Buaya Ilegal Digerebek dan Tiga Orang Ditangkap

149
×

Bikin Resah Warga, Tempat Penangkaran Buaya Ilegal Digerebek dan Tiga Orang Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Polda Sumsel mengamankan 58 ekor buaya muara yang dilindungi dari tiga lokasi di Kabupaten OKI. Foto: edho/sumeks.co --

SILAMPARI ONLINE – Bikin Resah Warga, Tempat Penangkaran Buaya Ilegal Digerebek dan Tiga Orang Ditangkap

Polisi menggerebek tiga lokasi penangkaran buaya muara yang diduga ilegal. Dan mengamankan 58 ekor buaya.

BACA JUGA : Terjebak di Parit, Buaya Sepanjang 3,65 Meter Ditangkap

Penggerebekan dilakukan Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel bersama tim BKSDA Provinsi Sumatera Selatan. Lokasinya di Dusun III, RT 5 RW 3 dan Dusun II, RT 3 RW 3, di  Desa Terusan Laut, Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten OKI.

Petugas menggerebek lokasi tersebut pada Selasa 22 Agustus 2023. Selain itu, petugas juga mengamankan tiga orang tersangka selaku pemilik satwa tersebut yang sudah meresahkan tetangga itu.

BACA JUGA : Resahkan Warga di Perumahan Ini, Buaya 2 Meter Ditangkap

Satu dari tiga orang tersangka yang ditangkap merupajan mantan Kades (Kepala Desa) setempat. “Ada tiga tersangka yang kita amankan dan kita sita sebanyak 58 ekor buaya muara,” kata Wadir Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH didampingi Kasubdit Tipidter AKBP Tito Dani ST kepada awak media Kamis 24 Agustus 2023 siang seperti dilansir dari SUMEKS.CO.

“Buaya tersebut sudah kita titipkan di BKSDA Provinsi Sumsel untuk dilakukan perawatan,” ujarnya.

BACA JUGA : Pekerja PT Kaswari Diterkam Buaya, Nyawanya tidak Tertolong

Ketiga tersangka yang diamankan oleh petugas tersebut yaitu Amrun (73) dan Sukarni (48) mantan Kades setempat, keduanya warga Dusun II, RT 3 RW 3. Dan tersangka Supratman (43) warga Dusun III, RT 5 RW 3, Desa Terusan Laut, Kecamatan Sirah Pulau Padang, OKI.

Para tersangka melakukan penangkaran dengan modus yakni memelihara 58 ekor buaya. Lalu dibesarkan selama hampir 9 tahun. “Saat ini masih kita dalami, apakah buaya ini akan dijual setelah menunggu besar atau seperti apa,” terangnya.

BACA JUGA : Suami Selamat, Istri Meninggal Dunia Diterkam Buaya

“Dan ini sudah meresahkan para tetangga di lokasi penangkaran,” ungkap Putu.

Lebih lanjut, buaya tersebut masing-masing 11 ekor milik dari tersangka Sukarni, 34 ekor milik tersangka Supratman dan 13 ekor lagi adalah milik tersangka Amrun. “Ketiganya sudah sejak 2014”

BACA JUGA : Waduh! Buaya Berkeliaran Dialiran Sungai, Warga di Daerah Ini Resah dan Gelisah

“Selama itu buaya muara yang dititipkan oleh orang yang disebut para tersangka sebagai bos,” terangnya.

Mulanya tambah Kasubdit Tipidter AKBP Tito Dani, dititipkan sebanyak 50 ekor. Kemudian setelah satu tahun diambil 39 ekor. Lalu sebanyak 11 ekor jika sudah besar lebih dari 50 cm akan dihitung harganya Rp5 ribu per-cm-nya.

BACA JUGA : Cari Ikan di Sungai, Jeni Digigit Buaya

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan melanggar Pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf A UU nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Terancam 5 tahun penjara dan atau denda senilai Rp100 juta,” pungkas Putu Yudha Prawira.

Sementara itu berdasarkan pengakuan dari tersangka Sukarni (48,, mantan Kades kepada Polisi mengaku awalnya mendapatkan titipan dari orang bernama Budiman. Dikasih uang Rp 3 juta.

BACA JUGA : Kemunculan Buaya 2,5 Meter Resahkan Warga Dusun Sumber Bakti Musi Rawas, Kerap Masuk ke Kolam Ikan

“Dan setelah sempat diambil sebagian oleh PD Budiman di tahun 2015. Kemudian Pak Budiman meninggal dunia. Kalau untuk makanan buaya kami ambil ikan di sungai,” aku tersangka Sukarni.(*)

Tinggalkan Balasan

Verified by MonsterInsights