Giatkan Kembali Gropyokan Tikus

Posting : Administrator Dibaca : 152 pembaca

MUSI RAWAS- Untuk memberantas hama tikus yang selama ini menjadi momok petani. Camat Tugumulyo, Agus Susanto mengharapkan petani kembali menggiatkan gropyokan tikus.
Selama ini hama tikus sudah sangat sering merusak sawah milik petani, bahkan tidak jarang mengakibatkan para petani gagal tanam dan gagal panen karena bibit yang baru ditanam maupun padi yang siap panen diserang hama tikus ini.
“ Kegiatan gropyokan tikus ini akan semakin ditingkatkan intensitas pelaksanaannya untuk membantu petani mendapatkan hasil panen padi yang baik, secara bergiliran dan berkala gropyokan tikus ini akan dilakukan dibeberapa disa diwilayah Kecamatan Tugumulyo secara bergantian,” terangnya kepada Harian Silampari.
Selain akan terus menggiatkan gropyokan tikus, pihaknya  juga selalu melakukan koordinasi dan konsultasi kepada para penyuluh pertanian mengenai langkah dan solusi terbaik untuk membasmi hama-hama tikus ini.
Hasil dari koordinasi tersebut langsung dismpaikan kepada para petani melalui pembinaan-pembinaan yang disampaikan langsung oleh penyuluh, “ Tujuannya adalah memebrikan solusi dan masukan terbaru kepada para petani tentang tata cara membasmi tikus, termasuk jika ada bahan-bahan kimia yang perlu digunakan dan tidak berbahaya bagi para petani maupun kualitas lahan persawahan,” terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Musi Rawas, Suharto Patih memberikan apresiasi kepada para petani yang secara bergotong royong melakukan gropyokan tikus. “ Ini merupakan kegiatan positif dan harus terus ditingkatkan demi mendapatkan hasil panen yang baik, sebab tikus seolah telah menjadi hama yang tiak pernah bisa dibasmi habis. Selalu menjadi persoalan yang tidak kunjung selesai,” ungkapnya.
Bentuk apresiasi tersebut juga dibuktikan lewat pemberian insentif kepada kelompok-kelompok tani yang melakukan kegiatan gropyokan tikus, dimana setiap tikus yang berhasil dibunuh pihak Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menghargai sebesar Rp 1.000.
Ini sebagai bentuk penumbuhan semangat dikalangan para petani untuk tetap melakukan dan membasmi hama tikus melaluai gropyokan, sebab masih sangat banyak areal pertanian yang terganggu dengan keberadaan tikus-tikus ini. Dan membutuhkan semangat gotong royong untuk membasminya, salah satunya melalui gropyokan tikus.
Sementara itu para petani Desa L Sidoharjo, Kecamatan Tugumulyo yang melakukan gropyokan tikus berhasil memusnahkan setidaknya 6.940 ekor tikus. Para petani menyusur seluruh areal persawahan dan menyemprotkan cairan khusus ke lobang-lobang yang diduga merupakan sarang tikus, saat tikus keluar langsung dibunuh dengan menggunakan berbagai macam peralatan. Mulai dari kayu, cangkul, hingga celurit.(HS-05)

0 Komentar


Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh