Tunjangan Sertifikasi Guru Cair

Posting : Administrator Dibaca : 386 pembaca

 

LUBUKLINGGAU-570 dari 1.141 guru SD, SMP dan SMA di Kota Lubuklinggau menerima menerima dana tunjangan sertifikasi tahun 2013, Jumat (26/4). Artinya  571 guru yang belum menerima dana sertifikasi karena masih dalam proses Kemendikbud.

Demikian disampaikan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Lubuklinggau, Imron Willy kepada Harian Silampari, Jumat (26/4).

Dikatakan Imron Willy, tidak seluruhnya sudah menerima pencairan karena masih menunggu proses penerbitan Surat Keputusan (SK) pencairan tunjangan frofesi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Masih ada 571 lagi yang belum menerima pencairan karena masih menunggu SK dari Kemendikbud,” ujarnya.

Dijelaskan Imron Willy, guru di Kota Lubuklinggau bagian dari organisasi PGRI, untuk itu ia meminta agar guru yang  mempunyai problem atau permasalahan agar disampaikan kepadanya. “PGRI ini adalah organisai Independen. Jadi jika ada permasalahan silakan sampaikan kepada kita dan saya sabagai pengurus agar tidak terjadi simpang siur informasi,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, H Abdullah Matjik, ia mengatakan bahwa 570 guru sudah menerima transfer pencairan di rekening masing-masing guru. Sedangkan sisanya masih menunggu proses Penerbitan SK Tunjangan Profesi Pendidik (TPPD) dari kemendikbud yang dalam waktu dekat sudah bisa diterbitkan.

“Pokoknya jika sudah selesai SK TP2D dan sudah selesai proses di DPPKA secepatnya seluruh guru akan menerima proses pencairan,” kata Abdullah Matjik.

Dijelaskannya, permasalahan dana Tunjangan Sertifikasi, Disdik sudah beberapa kali melakukan sosialisasi, seperti di SMK 2 Lubuklinggau, SD Negeri 53 Lubuklinggau dan terakhir di SD Negeri 60 Lubuklinggau.

“Kita sudah melakukan sosialisasi dan jika ada permasalahan seyogyanya sudah dibahas bersama dan jika ada yang masih kurang kami juga siap menerima kritikan dan saran yang disampaikan kepada kami. Jika masih ada yang kurang guru juga bisa melakukan koordinasi dengan PGRI, karena PGRi ini merupakan organisasi Independen,” pungkas Abdullah. (HS-04)

 

 

 

 

 

 

 

0 Komentar


Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh